Kunci Bikin Bisnis Startup Makin Berkembang (2)

Kunci Bikin Bisnis Startup Makin Berkembang (2)

Kunci Bikin Bisnis Startup Makin Berkembang (2)
Iklim bisnis rintisan di Indonesia memang sedang bagus, seiring naiknya minat para investor asing seperti dari Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS).
 
Para investor ini sedang fokus pada Indonesia dan negara-negara dengan penetrasi Internet sekitar 20%-30% dari total jumlah penduduk seperti India, Vietnam, dan Filipina.
 
Selama ini, perusahaan rintisan kerap dipandang sebagai bisnis baru yang mengedepankan teknologi, khususnya Internet.
 
Namun, pada dasarnya, semua jenis bisnis yang ada saat ini dapat dikembangkan menjadi bisnis berbasis teknologi, baik bisnis yang bersifat ritel, komunikasi, perjalanan, transportasi dan keuangan, bahkan kesehatan, distribusi dan hiburan.
 
Perusahaan rintisan berbasis teknologi memiliki kekuatan mampu memiliki jangkauan yang sangat luas, dari Sabang sampai Merauke dan beroperasi tanpa henti, 24 jam dalam 7 hari. Menariknya lagi, perusahaan rintisan relatif butuh modal yang lebih kecil dibandingkan perusahaan tradisional.
 
Agar bisa sukses, pemilihan tim dan mitra harus tepat, serasi, dan sepaham, dan tim pasar yang tajam, serta perencanaan bisnis yang matang. Selain itu, harus ada konsep yang memenuhi kriteria save money for people, make money for people, save time for people, dan help people communicate.
 
Layaknya bisnis pada umumnya, perusahaan rintisan perlu riset yang kuat, perencanaan bisnis yang solid, dan keahlian eksekusi yang baik pula di bidang teknologi, operasi, maupun pemasaran.
 
Terlebih lagi, saat ini perusahaan rintisan lebih mudah mendapat suntikan dana karena memang masih belum banyak perusahaan berkualitas di bidang ini.
 
Sebagai awal, pendiri perusahaan rintisan harus memiliki ide, visi dan semangat serta dana yang cukup untuk beroperasi dan membuat prototipe usaha. Untuk pendiri, biasanya terdiri dari 3-5 orang.
 
Sedangkan dana bisa berbeda-beda, mulai dari Rp30 juta hingga lebih, tergantung kompleksitas teknologi dan logistik operasional. Hal senada dikatakan Hadi Wenas. Hadi sudah makan asam garam di bidang ini.
 
Ia pernah menjadi CEO untuk Commerce Indonesia dan Managing Director Zalora Indonesia dan kini ia menjabat sebagai CEO MatahariMall.com. Ia bilang, untuk memulai perusahaan rintisan, harus jelas kenapa mau memulai, masalah apa yang akan dipecahkan, dan cara monetisasinya.
 
Dari situ, output-nya adalah bisnis model dan ekosistem yang dibutuhkan.
 
Para calon pendiri perusahaan rintisan juga harus waspada pada kendala seperti ekosistem yang belum solid dan kurangnya angel investor, regulasi pemerintah yang belum terbentuk, tenaga ahli yang masih kurang, infratruktur internet yang masih kurang dan jumlah konsumen unbankable yang masih tinggi.
 
Semoga berhasil.
Back to Top